HUBUNGAN BUDAYA PENGASINGAN (PINAMOU) DENGAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SUKU NUAULU

Miece Sariwating, Yerry Soumokil, Latuamury Yuli Viani

Abstract


Budaya pengasingan (pinamou) merupakan salah satu kebiasaan yang secara turun temurun selalu dilakukan di Dusun Simalouw Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku tengah dengan cara pelaksanaannya sangat bertolak belakang dengan aturan personal hygiene yaitu jika pelaksanaannya tidak diperbolehkan mandi selama masa menstruasi dan tidak menggunakan pembalut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya pengasingan (pinamou) dengan personal hygiene remaja putri pada saat menstruasi di Dusun Simalouw Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (judgmental sampling) yang berjumlah 27 orang. Instrument penelitian menggunakan kuesioner.Analisa data menggunakan Uji Man Whitney dimana untuk melihat hubungan antara budaya pengasingan (pinamou) dengan personal hygiene diperoleh nilai PValue sebesar 0.192 dengan nilai kemaknaan (ɑ) = 0.05 yang artinya tidak ada hubungan antara budaya pengasingan (pinamou) dengan personal hygiene remaja putri pada saat menstruasi Hal ini berarti budaya pengasingan tidak berdampak buruk terhadap tingkat personal hygiene remaja putri suku Nuaulu di Dusun Simalouw Desa Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.

Kata kunci: Budaya pengasingan (Pinamou), Personal Hygiene

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


2-TRIK: Tunas-Tunas Riset Kesehatan
ISSN 2548-5970
Penerbit: Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES)
Alamat: Jalan Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.