ANALISIS BIAYA PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD SORONG

Yulinda Margareth Bambungan, R A Oetari, Satibi Satibi

Abstract


Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi, seperti gagal jantung, gagal ginjal, kerusakan otak, mata dan kerusakan pembuluh darah perifer. Penelitian observasional ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada pasien hipertensi, biaya rata-rata pengobatan, kesesuaian biaya riil dengan INA-CBG’s dan juga faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya pengobatan hipertensi. Subyek penelitian adalah pasien rawat inap yang menderita hipertensi tanpa komorbid/hipertensi stage II dan hipertensi dengan komorbid stroke, gagaj jantung, gagal ginjal, dan diabetes melitus. Data dianalisis secara deskriptif meliputi karakteristik pasien dan biaya rata-rata pengobatan. Uji korelasi bivariat untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap biaya pengobatan hipertensi dan uji one sample t-test untuk mengetahui kesesuaian dengan biaya total berdasarkan INA-CBGs. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan bahwa pengobatan yang paling banyak digunakan adalah amlodipin sebanyak 33,6%. Biaya rata-rata pengobatan pasien jamkesmas Rp. 856.514,- dan pasien umum Rp. 625.412,-. Faktor yang berpengaruh terhadap biaya pengobatan hipertensi adalah LOS dan tingkat keparahan. Rata-rata biaya total pasien hipertensi stage II, hipertensi + stroke, hipertensi + DM adalah Rp. 938.000 dan rata-rata biaya total hipertensi + jantung, hipertensi + gagal ginjal adalah Rp. 990.566. Biaya riil pengobatan hipertensi di RSUD Sorong tahun 2012 lebih rendah dibandingkan tarif yang ditetapkan INA-CBGs.

Kata kunci:
Hipertensi, Analisis biaya, INA-CBG’s

Full Text:

download (72-76)

References


Astawan, M., 2003, Cegah Hipertensi dengan Pola Makan, Http: //www. depkes. go. id/ IND/ artikel/popular [17 Nov 2012].

Bustan, N.M., 1997, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Rineka Cipta, Jakarta.

Depkes, 2006, Pharmaceutical CareUntuk Penyakit Hipertensi, Direktorat Bina Farmasi Komunitas Dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat KesehatanDepartemen Kesehatan RI., Jakarta.

Depkes, 2009, Undang-undang Republik Indonesia No.44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Jakarta.

Depkes, 2010, Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340 tahun 2010 tentang klasifikasi Rumah Sakit, Jakarta.

Depkes, 2011, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 903/Menkes/Per/V/2011, Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat, Depkes, Jakarta.

Dharmeizar, 2012, Medicinus Hypertension. Scientific Journal Of Pharmaceutical Development and Medical Aplication. 25:1

Elizabeth, J., Corwin, 1997, Buku Saku Patofisiologi, hal 87.

Gani A, 1995, Pembiayaan Kesehatan Indonesia issue Pokok Dalam Penetapan Tarif Pelayanan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Heru, A, 2005, Analisis Biaya Kesehatan, Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

JNC 7, 2003, The Seventh Report of the Join National Committe on Prevention Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Presseure, National High Blood Pressure Education Program available at http://www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hypertension/express.pdf [20 Nov 2012].

Junaidi, I., 2010, Pengenalan, Penegahan & Pengobatan Hipertensi, 35-44, PT Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Karyadi, 2002, Hidup bersama Penyakit Hipertensi, Asam Urat, Jantung Koroner, 8-14-21, Penerbit Intisari Merdiatama, Jakarta.

Katzung, B. G., 2002, Farmakologi Dasar dan Klinik 2, Penerbit Salemba Medika, Jakarta.

Mansjoer, A. Triyanti, K. Savitri, R. Wardhani, W.I. Setiowulan, W., 1999, Kapita Selekta Kedokteran, Ed. Ke-3, Jilid 1, Media Aesculaipus FKUI, Jakarta.

Mills, A and Gilson , L, 1990, Ekonomi Kesehatan Untuk Negara-Negara Berkembang, Dian Rakyat

Price, A.S. Lorraine, M.W., 2005, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Ed ke-6, Volume 1, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Sampel, P., 1995, Tekanan Darah Tinggi, 35-37, Penerbit Arcan, Jakarta.

Siregar, J. P. C., 2004, Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Subroto, A., 2006, Ramuan Herbal untuk Diabetes Melitus, Jakarta: Penebar Swadaya.

Sukiro, S., 1999, Pengantar Teori Mikro ekonomi, Raja Grafindo Persada, Jakarta

Susalit, E., Kapojos, E.J., Lubis, H.R., 2001, Hipertensi Primer, Dalam Tjokronegoro, A., Utama, H., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi Ketiga, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 453-462, 465-469, 476.

Tan H. T. & Kirana. R., 2002, Obat-Obat Penting, Edisi IV, 508-513, Departemen Kesehatan RI.

Walley, T., Haycox, A., Boland, A., 2004., Pharmacoeconomic, Churcill Livingstones.

Wilson, R. K., dan Rascati, K. L., 2001, Pharmakoeconomics, In Malones, P. M., Mosdell, K. M., Kier, K. L., Stanovich, J. E., Drugs Information : A Guide for Pharmacist, Second Edition, Mc. Grow-Hill, Medical Publishing Div. United State.


Refbacks



Penerbit: Wahana Riset Kesehatan (Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur)