Pengaruh Menyusui Dini Terhadap Lamanya Pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan

yuni retnowati

Abstract


Jumlah pemberian ASI Ekslusif di Indonesia masih rendah yaitu 32% dari kelahiran bayi. Masalah menyusui pada keadaan khusus adalah ibu melahirkan dengan secsio Caesarea. Di Indonesia jumlah kelahiran dengan Sectio Caesarea tergolong tinggi. Ibu dengan persalinan SC belum dilaksanakan inisiasi menyusu dini, kontak antara ibu dan bayi dimulai setelah ibu berada diruang perawatan. Hal ini tentu saja berdampak pada penundaan stimulasi ASI antara Ibu dan bayiÇ di masa krisisnya, yaitu satu jam setelah melahirkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh menyusui dini terhadap lamanya pengeluaran ASI pada ibu post Sectio Caesarea di RSUD Tarakan.
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian jenis quasi-eksperimen dengan menggunakan bentuk rancangan ”Posttest Only Control Group Design”. Total responden sebanyak 70 orang dengan 36 ibu sebagai kelompok perlakuan (dilakukan menyusui dini) dan 34 ibu sebagai kelompok kontrol. Lokasi penelitian di Ruang Rawat Gabung Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan.
Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa lamanya pengeluaran ASI pada ibu post Sectio setelah dilakukan menyusui dini lebih banyak terjadi kurang dari 24 jam (77,78%) sedangkan ibu yang tidak dilakukan menyusui dini.lamanya pengeluaran ASI lebih banyak terjadi setelah 24 jam (76,47%). Setelah dilakukan uji statistic didapatkan bahwa dilakukan menyusui dini mempengaruhi lamanya pengeluaran ASI pada ibu post Sectio Caesarea dengan OR = 5,235

References


Arikunto .2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka

Alimun.2007.Metode Penelitan Keperawatan dan Tehnik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika

Depkes RI. 2007.Angka Kematian Bayi. Available from //www.depkes.co.id

DepKes RI 2009. Pedoman Pelayanan Kebidanan Dasar. depKes RI: Jakarta.

Emi Suryani dkk, 2011, Pengaruh Pijat Oksitosin Teradap Prosuksi Air Susu Ibu Postpartum Di BPM Wilayah Kabupaten Klaten, Available at :http://www.poltekkes-solo.ac.id/attachments/225_PENGARUH%2520PIJAT%OKSITOSIN%2520TERHADAP%2520PRODUKSI%2520ASI%2520IBU%2520POSTPARTUM%2520DI%2520BPM%2520WILAYAH%2520KABUPATEN%2520KLATEN.pdf

Fatimah Berliana Monika, 2013. Hormon Prolaktin dan Oksitosin. http://theurbanmama.com/articles/hormon-prolaktin-dan-oksitosin.html, diakses 26 April 2015.

Indiarti, M.T. 2012. Paduan Klinis Paling Komplit Kehamilan, Persalinan, dan Perawatan Bayi. Yogyakarta :Pelangi Indonesia

Nugroho, Dr. Taufan. 2011. ASI dan Tumor Payudara. Yogyakarta :NuhaMedika

Notoatmodjo. 2007. Kesehatan masyarakat. Jakarta :RinekeCipta

Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: RinekeCipta.

Prasetyono, DwiSunar. 2012. BukuPintar ASI Ekslusif. Yogyakarta : DIVA press

Prawiroharjo.2007. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

Prawiroharjo.2006. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta :Yayasan Bina Pustaka.

Resty Himma Muliani, 2013, Perbedaan Produksi ASI Sebelum dan Sesudah Dilakukan Kombinasi Metode Massase Depan (Breast Care) dan Masase Belakang (Pijat Ositosin) Pada Ibu Menyusui 0-3 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kesamiran Kabupaten Tegal. Available :http://perpusnwu.web.id/karyailmiah/documents/3685.pdf.

Roesli, dr. Hj. Utami. 2008. InisiasiMenyusuiDini plus ASI ekslusif. Jakarta :PustakaBunda

Simkin, Penny dkk. 2007. Kehamilan, melahirkan, &bayi. Jakarta :Arcan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Penerbit: Wahana Riset Kesehatan (Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur)