Pengaruh Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Hipertensi Peserta Asuransi PT. Askes Terhadap Pembiayaanya

Hadija Marasabessy, Achmad Fudholi, Tri Murti Andayani

Abstract


Hypertension treatment is a long-term treatment that requires hypertensive patients to undergo continuous treatment. The success of patient therapy depends on the patient's compliance with hypertension therapy. Non-compliance of patients in undergoing treatment can have an impact on the high cost of treatment. This study aims to determine the description of antihypertensive treatment, an overview of compliance with hypertension patients, the average cost of treatment, and the relationship between adherence, characteristics and costs. This study uses a retrospective cohort design that aims to determine the cost of treating hypertensive outpatients in Karanganyar District Hospital. The subjects of the study were the outpatient hypertension patients of Askes participants in Karanganyar District General Hospital in 2011-2013. Data were analyzed descriptively covering patient characteristics, compliance description and average treatment costs. Chi-square test is used to determine the factors that influence adherence and correlation test is used to analyze the relationship between patient characteristics and compliance. The results showed that the treatment pattern that was widely used was a combination of captopril-HCT in 83 patients (28.33%). Compliance of outpatients of health insurance participants in Karanganyar District Hospital is more in the category of compliance with 164 patients. The average monthly medical costs for hypertension patients in the outpatient health care unit are greater for non-adherent patients, which is Rp. 259,826 compared with obedient patients Rp.256,696. The results of statistical analysis show that there is no significant relationship between patient characteristics, compliance with the average cost per month required by patients.
Keywords: compliance, hypertension, financing, Karanganyar District Hospital

ABSTRAK

Pengobatan hipertensi adalah pengobatan jangka panjang yang mengharuskan pasien hipertensi menjalani pengobatan yang terus menerus. Keberhasilan terapi pasien bergantung pada kepatuhan pasien terhadap terapi hipertensi. Ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dapat berdampak pada mahalnya biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengobatan antihipertensi, gambaran kepatuhan pasien hipertensi, rata-rata biaya pengobatan, dan hubungan antara kepatuhan, karakteristik dan biaya. Penelitian ini menggunakan rancangan kohort retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui biaya pengobatan pasien rawat jalan hipertensi di RSUD Karanganyar. Subjek penelitian adalah pasien hipertensi rawat jalan peserta Askes di RSUD Karanganyar tahun 2011-2013. Data dianalisis secara deskriptif meliputi karakteristik pasien, gambaran kepatuhan dan biaya rata-rata pengobatan. Uji Chi-square digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan dan uji korelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik dan kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengobatan yang banyak di gunakan yaitu kombinasi antara captopril-HCT yaitu sebanyak 83 pasien (28,33%). Kepatuhan pasien rawat jalan peserta askes di RSUD Karanganyar lebih banyak berada dalam kategori patuh yaitu sebanyak 164 pasien. Rata-rata biaya pengobatan per bulan untuk pasien hipertensi peserta askes di unit rawat jalan lebih besar terdapat pada pasien yang tidak patuh yakni Rp. 259,826 dibandingkan dengan pasien yang patuh Rp.256,696. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien, kepatuhan dengan rata-rata biaya per bulan yang diperlukan pasien.
Kata kunci: kepatuhan, hipertensi, pembiayaan, RSUD Karanganyar

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Penerbit: Wahana Riset Kesehatan (Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur)