Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

Wiwi Rumaolat

Abstract


Various treatments using natural ingredients that can be selected as a solution to overcome the disease. One of the many plants used as traditional medicine is the rambutan plant (Nephelium lappaceum L.), which is used as an antibacterial. This study aims to examine the presence of antibacterial activity in methanol extract of rambutan leaves (Nephelium lappaceum L.) against Staphylococcus aureus, determine differences in antibacterial activity at various concentrations, as well as knowing the chemical components found in rambutan leaves. An antibacterial activity test was carried out using the diffusion method of the wells. Antibacterial activity is characterized by the formation of a clear zone around the wellbore called the inhibition zone. This study used four treatments namely 5%, 20%, 50%, and 75%, and Chloramphenicol as a positive control and sterile aqua dest as a negative control. The results showed that rambutan leaf extract at a concentration of 5% was 0 mm, a concentration of 20% was 16 mm, a concentration of 50% was 21 mm, a concentration of 75% was 26 mm, whereas for control (-) was 0 mm, control (+) is 30 mm. This research proves that the Rambutan Leaves (Nephelium lappaceum L.) Extract Methanol has antibacterial activity against Staphylococcus aureus because it has chemical compounds, including tannin, flavonoids, and saponins, with an effective concentration of 75%.
Keywords: Rambutan Leaves; Antibacterial; Staphylococcus aureus; Wells Diffusion Method.

ABSTRAK

Beragam pengobatan dengan menggunakan bahan alam yang dapat dipilih sebagai solusi mengatasi penyakit. Salah satu dari sekian banyak tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional adalah tumbuhan rambutan (Nephelium lappaceum L.), yang dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya aktivitas antibakteri pada ekstrak metanol daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Staphylococcus aureus, mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri pada berbagai konsentrasi, serta mengetahui komponen kimia yang terdapat pada daun rambutan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan dengan metode difusi sumuran. Aktivitas antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar lubang sumuran yang disebut zona hambat. Penelitian ini menggunakan 4 perlakukan konsentrasi yaitu 5%, 20%, 50%, dan 75%, serta Kloramfenikol sebagai kontrol positif dan aquadest steril sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun rambutan pada konsentrasi 5% adalah 0 mm, konsentrasi 20% adalah 16 mm, konsentrasi 50% adalah 21 mm, konsentrasi 75% adalah 26 mm, sedangkan untuk kontrol (-) adalah 0 mm, kontrol (+) adalah 30 mm. Penelitian ini membuktikan bahwa Ekstrak Metanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus karena memiliki senyawa kimia antara lain tannin, flavonoid dan saponin dengan konsentrasi efektif adalah 75%.
Kata kunci: daun rambutan; antibakteri; Staphylococcus aureus; metode difusi sumuran

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33846/2trik10204

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Penerbit: Wahana Riset Kesehatan (Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur)