Daya Terima dan Kandungan Gizi Naget Lele (Clarias gariepinus) dengan Substitusi Modified Cassava Flour (Mocaf) Sebagai Alternatif Kudapan Tinggi Protein Untuk Balita

Laeli Nur Hasanah, Rosmauli Jerimia Fitriani

Abstract


Catfish (Clarias gariepinus) and Modified Cassava Flour (Mocaf) are local foods that have the potential to be developed into nutritious nugget for toddlers. This research aimed to analyze the acceptance and nutritional content of catfish nugget substituted by Mocaf nugget. This type of research was quasi-experimental with a completely randomized design. There were two types of treatment nugget formulation (combination of catfish and Mocaf). The panelists used were 30 untrained panelists. Nugget F1 (the combination of catfish 90% and Mocaf 10% of the total weight of raw material) was the most acceptance in organoleptic test. The acceptance test done by 30 toddlers showed that 83,3% of them could accept the products properly. The proximate analysis of the selected nugget showed that the content of water, ash, fat, protein, carbohydrate and fiber was 55,11%; 2,04; 11,43%; 11,02%; 20,41%; and 2,64%. The contribution of selected nugget per 50 grams serving size to RDA of toddlers was 8% for energy, 11,4% - 12,7% for fat, 22-27,6% for protein, 4,6-4,7% for carbohydrate and 6,6-6,9% for fiber. This catfish nugget substituted by Mocaf may be used as an alternative of high protein snacks for toddlers.
Keywords:acceptance; nugget; catfish; mocaf

ABSTRAK

Ikan lele (Clarias gariepinus) dan Modified Cassava Flour (Mocaf) merupakan pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk naget yang bergizi bagi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan gizi naget lele dengan substitusi Mocaf. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada dua jenis formulasi naget kombinasi lele dan mocaf yang digunakan pada penelitian ini. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang panelis tidak terlatih. Naget F1 (kombinasi ikan lele 90% dan Mocaf 10% dari berat adonan total) menunjukkan nilai penerimaan tertinggi secara organoleptik dan dipilih sebagai produk terpilih. Hasil uji daya terima naget terpilih terhadap sasaran 30 balita (usia 1-5 tahun) menunjukkan 83,3% subjek dapat menerima produk naget dengan baik. Hasil uji proksimat naget terpilih terhadap kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat dan serat naget secara berturut-turut adalah 55,11%; 2,04; 11,43%; 11,02%; 20,41%; 2,64%. Satu porsi naget terpilih (50 gram) memberikan kontribusi energi 8%, lemak 11,4%-12,7%, protein 22-27,6%, karbohidrat 4,6-4,7% dan serat 6,6-6,9%. Produk naget (kombinasi lele 90% dan Mocaf 10%) ini dapat dijadikan sebagai alternatif kudapan tinggi protein bagi balita.
Kata kunci: daya terima; naget; ikan lele; mocaf

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33846/2trik10202

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Penerbit: Wahana Riset Kesehatan (Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur)