Dampak Perilaku Makan Terhadap Kejadian Pre Eklamsia pada Ibu Hamil

Yetty Wilda

Abstract


Preeclampsia (PE) is a contributor to maternal and infant mortality and morbidity. Preeclampsia is the second largest cause of maternal death, affecting 3% to 8% of pregnant women worldwide. The prevalence of preeclampsia in pregnant women in Magetan Regency in 2017 is 189 people, while in 2018 there are 270 people. An increase in the incidence of preeclampsia from 2017 to 2018 is as many as 81 people. The purpose of this study was to analyze the risk of eating behavior during pregnancy to the incidence of preeclampsia at the Panekan Health Center in 2018. This study was an observational analytic study with a retrospective approach (case control). The subjects of this study were maternity mothers, 27 respondents in the case group and 27 respondents in the control group, so the total was 54 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire, carried out on maternal in the working area of Panekan Health Center in 2018. The analysis technique used was logistic regression. The results of the study using logistic regression of eating behavior obtained p = 0.00 (p <0.05) and OR (Exp B) = 35.714. Based on the description above it can be concluded that eating behavior influences the incidence of preeclampsia. Pregnant women who have unhealthy eating behaviors have a 35 times greater risk of experiencing preeclampsia than pregnant women who have healthy eating behaviors, so it is advisable to reduce the incidence of preeclampsia in pregnant women needed to control the risk factors for preeclampsia in pregnancy by implementing healthy eating behavior.
Keywords: preeclampsia; eating behavior

ABSTRAK

Preeklamsia (PE) merupakan penyumbang mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Preeklamsia adalah penyebab terbesar kedua kematian ibu, mempengaruhi 3% sampai 8% wanita hamil di seluruh dunia. Prevalensi kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Kabupaten Magetan tahun 2017 sebanyak 189 orang, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 270 orang. Terjadi peningkatan angka kejadian preeklamsia dari tahun 2017 ke tahun 2018 yaitu sebanyak 81 orang. Tujuan penelitian untuk menganalisis risiko perilaku makan selama hamil terhadap kejadian preeklamsia di Puskesmas Panekan Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan retrospektif (case control). Subjek penelitian ini adalah ibu bersalin, 27 responden pada kelompok kasus dan 27 responden pada kelompok kontrol, sehingga totalnya 54 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dilakukan pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Panekan Tahun 2018. Teknik analisis yang digunakan adalah logistic regression.Hasil penelitian menggunakan logistic regression perilaku makan didapatkan nilai p = 0,00 (p < 0,05) dan OR (Exp B) = 35,714. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku makan berpengaruh terhadap kejadian preeklamsia. ibu hamil yang mempunyai perilaku makan tidak sehat mempunyai risiko 35 kali lebih besar akan mengalami preeklamsia daripada ibu hamil yang mempunyai perilaku makan sehat, sehingga disarankan untuk menurunkan angka kejadian Preeklamsia pada ibu hamil diperlukan pengendalian faktor risiko preeklamsia dalam kehamilan yakni dengan menerapkan perilaku makan sehat.
Kata kunci: preeklamsia; perilaku makan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33846/2trik10201

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Penerbit: Wahana Riset Kesehatan (Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur)