Deteksi Perkembangan Anak Usia 3-72 Bulan Dengan Menggunakan Kuesioner Pra Screening Perkembangan (KPSP) di Desa Oelnasi Kabupaten Kupang

Matje Meriaty Huru, Jane Leo Mangi, Bringiwatty Batbual, Kamilus Mamoh

Abstract


Deteksi perkembangan merupakan hal penting yang wajib diberikan kepada anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Melalui deteksi perkembangan dapat menemukan adanya penyimpangan atau gangguan perkembangan pada anak sehingga dapat dilakukan intervensi dini dengan demikian tidak memberikan dampak yang berat dan menetap. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan anak usia 3-72 bulan. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Oelnasi Kabupaten Kupang tahun 2021. Populasi yaitu seluruh anak usia 3-72 bulan sebanyak 70 responden dan sampel dipilih dengan teknik total population sampling. Analisis deskriptif frekuensi dengan bantuan program SPSS for Windows 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perkembangan sesuai sebesar 90%.

Kata kunci: Deteksi Perkembangan; Anak usia 3-72 Bulan; KPSP.


References


Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi tumbuh kembang anak. Jakarta; 2016.

Entoh C, Noya F, Ramadhan K. Deteksi Perkembangan Anak Usia 3 Bulan–72 Bulan Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Poltekita J Pengabdi Masy. 2020;1(1):8–14.

Mudlikah S, Putri LA. Pre-Toddler Development Examination Screening (KPSP) at Posyandu Jatikalang Village, Prambon District, Sidoarjo Regency. J Kebidanan Midwiferia. 2021;7(1):9–15.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Profil Kesehatan Anak Indonesia. Jakarta; 2019.

Kemenkes RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018 [Internet]. Vol. 4247608, Kementerian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. 613–614 p. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/19031800003/cegah-penyalahgunaan-narkoba-kemenkes-ajak-terapkan-germas.html%0Ahttps://www.depkes.go.id/article/view/18030500005/waspadai-peningkatan-penyakit-menular.html%0Ahttp://www.depkes.go.id/article/view/1707070

Wulansari M, Mastuti NLPH, Indahwati L. Pengaruh Stunting Terhadap Perkembangan Motorik Halus, Motorik Kasar, Bahasa Dan Personal Sosial Pada Anak Balita Usia 2-5 Tahun Di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. J Issues Midwifery. 2021;5(3):111–20.

Soetjiningsih INGR. Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC; 2013.

Sumiyati, Yuliani DR. Hubungan Stimulasi Dengan Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun Di Desa Karangtengah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. J LINK [Internet]. 2016;12(1):34–8. Available from: http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link

Santri A, Idriansari A, Girsang BM. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) dengan riwayat bayi berat lahir rendah. J Ilmu Kesehat Masy. 2014;5(1).

Susanti EM, Aksari ST. Perbedaan Perkembangan Anak Pra Sekolah Laki-Laki dan Perempuan di Kelurahan Gumilir Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Media Berbagi Keperawatan. 2019;2(1):28–32.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi tumbuh kembang anak. Jakarta; 2016.

Maharani SA, Setiawan I. Hubungan Pemberian Asi Eksklusif, Jenis Kelamin dan Status Gizi terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 3-5 tahun di Kelurahan Makam Haji. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2018.

Permana DFW. Perkembangan Keseimbangan pada Anak Usia 7 s/d 12 Tahun Ditinjau dari Jenis Kelamin. Media Ilmu Keolahragaan Indones. 2013;3(1).

Sukartini. Perbedaan Pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan. www. Parenting.com. 2017;

Fadlillah. M dkk. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group; 2014.

Pangestika RA, Setiyorini E. Pengaruh bermain plastisin terhadap perkembangan motorik halus pada anak pra sekolah. J Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery). 2015;2(2):169–75.

Muloke IC, Ismanto AY, Bataha Y. Pengaruh alat permainan edukatif (puzzle) terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun di desa linawan kecamatan pinolosian kabupaten bolaang mongondow selatan. J Keperawatan. 2017;5(1).

Prayoga SA. Pola Pengasuhan Anak Pada Keluarga Orangtua Tunggal (Studi Pada 4 Orangtua Tunggal di Bandar Lampung). Univ Lampung. 2013;

Mohammadyari G. Relationship between Parent’s Spiritual Intelligence, Level of Education and Children’s Mental Health. Procedia-Social Behav Sci. 2012;69:2114–8.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Penerbit: Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES) - Jl. Cemara 25, Dare, Sukorejo, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.